20 Feb

Tips Sukses Dan Rincian Modal Menjalankan Bisnis Nasi Kuning

Nasi kuning atau nasi uduk masih menjadi salah satu jenis sarapan paling favorit masyarakat indonesia. Ini adalah peluang yang harus anda manfaatkan. Berikut kami sajikan tips sukses dan rincian modal menjalankan bisnis nasi kuning.

peluang bisnis nasi kuning

PERSIAPAN MEMULAI BISNIS

* Mulai mencari informasi dan belajar bagaimana membuat nasi kuning atau uduk yang enak sesuai dengan keinginan pasar .
* Menyiapkan peralatan masak dan peralatan makan untuk pelanggan yang hendak makan di tempat .
* Menyiapkan lauk-lauk pendamping sehingga membuat siapa pun yang melihatnya menjadi semakin berselera.

STRATEGI BISNIS

* Buatlah pembeda yang menarik antara nasi kuning atau uduk buatan anda dengan pedagang lainya .Misalnya , bisa berupa rasa yang khas atau jenis lauknya.
* Menjaga kebersihan tempat usaha .
* Selalu menjaga mutu dengan menggunakan bahan baku berkualitas.
* Sediakan lauk tambahan yang lebih inovatif sehingga pelanggan memiliki pilihan lauk yang lebih beragam.

HAMBATAN BISNIS

* Nasi kuning atau uduk yang tidak laku pada hari itu akan terbuang sia-sia.
* Persaingan dengan penjual nasi kuning atau uduk lainya .

TIPS SUKSES

* Selalu jadi yang pertama menjual sarapan sehingga anda bisa mendapat pelanggan lebih dulu di banding pelangan lainya.
* Tetapkan harga yang kompetitif.
* Sediakan air minum gratis bagi konsumen .
* Jika usaha di sekitar rumah sudah berhasil , anda bisa menambah gerobak dan berjualan di pasar , kampus,atau di tempat ramai lainya .

ANALISIS BISNIS

Investasi Awal

* Gerobak Rp 1.500.000,00
* Peralatan masak Rp 1.000.000,00
* Peralatan makan Rp 800.000,00
* Tenda Rp 500.000,00
* Kantong plastik Rp 200.000,00
* Kertas bungkus Rp 250.000,00
* Karet gelang Rp 50.000,00
Total Investasi (Ia) Rp 4.300.000,00

Biaya Oprasional

* Biaya bahan baku Rp 3.300.000,00
* Biaya perlengkapan Rp 500.000,00
* Biaya penyusutan perlengkapan Rp 103.000,00
* Biaya lain-lain Rp 100.000,00
Total biaya oprasional (Bo) Rp 4.003.000,00

Analisis BEP ( Break Even Point )

* Omset (O) RP 7.500.000,00
* Total biaya oprasional (Bo) Rp 4.003.000,00
Laba = O – Bo Rp 3.497.000,00
BEP = Ia : Lb = 1,2 bulan

ASUMSI

* Masa manfaat peralatan adalah 3 tahun (36 bulan) dan memilik nilai residu sebesar Rp 100.000,00 Biaya penyusutan pertahun adalah ( Rp 3.800.000,00 – Rp 100.000,00)
: 36 di bulatkan menjadi Rp 103.000,00 per bulan .
* Target penjualan perhari 50 porsi .
* Harga per porsi Rp 5.000,00
* Omset perbulan adalah 50 x 30 x Rp 5.000,00 = Rp 7.500.000,00.

Info Menarik Lainnya : Rincian Perhitunga Usaha Angkringan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *